Skyland
Genre :
Adventure/Fiction
Ini adalah cerita
pertamaku, semua karakter disini adalah nick teman-temanku di grup facebook
Detective School Indonesia. Mohon maaf kalo banyak kesalahan dan ketidak
jelasan dalam cerita ini. Komentarnya akan sangat membantuku (“/-\)
*salamin reader 1 per 1
*salamin reader 1 per 1
*dilempar LPG 12Kg
Prolog
Bagz, seorang petualang
berambut pirang, bermata biru, bertubuh sedang, berjubah biru dan selalu
menggunakan masker hitam, adalah seorang remaja yang menjadi sebatang kara
setelah desa beserta keluarganya dibantai dan dimusnahkan oleh pasukan yang
dipimpin oleh penguasa kegelapan bernama krytoz. Dia mendapat sebuah pedang pusaka peninggalan
keluarganya yang bernama dual phoenix sword (ini pedang apa orang ada namanya,
#abaikan), yang memiliki sebuah keistimewaan jika berada di tangan yang tepat. Dia
pergi berkelana mencari kitab suci dengan dukungan dari gurunya temukan jati
diri, semoga dihadapi dengan gagah berani walau ara rintangan setiap saat
datang tuk menguji (eh ini mah songtracknya kera sakti -_-). *back to story woy
author #Plaaaakkkkk LPG melayang, *oke oke aye lanjutin pemirsa sekalian. Dia melintasi hutan, gunung, serta lautan demi mencari informasi
keberadaan Krytoz untuk membunuhnya, namun kebanyakan dari orang yang ditanyakan langsung
ketakutan ketika nama Krytoz disebutkan karena memang Krytoz adalah nama yang
sangat keramat dan sangat ditakuti oleh hampir semua orang. Hingga ketika suatu waktu....
Chapter I : Run from
the death
*tap tap tap tap tap
Siapa mereka? Kenapa
mereka mengejarku?
Belum sempat ku
berfikir lebih, tiba-tiba datang serangan yang sangat cepat yang jika aku tidak
sadar akan membunuhku di tempat ini.
*tring tring tring
Dual phoenix sword ku
mengimbangi pedang besar yang sangat kuat itu. Aargh Aku hanya bisa menahan
setiap serangan mereka karena gerakan serta permainan pedang mereka yang sangat
cepat dan sangat bertenaga.
*arrgghh
Dahi ku mengernyit saat
pedang tersebut menggores lengan dan juga perutku. Aku benar-benar tak bisa
mengimbangi gerakan dan permainan pedang
mereka walau aku menggunakan dua bilah pedang dan ditopang dengan tubuh sedangku
ini, berbanding terbalik dengan tubuh mereka yang besar dan sangat kekar itu
dan hanya menggunakan sebilah pedang yang sangat besar.
Brugh! tubuhku
terpental beberapa meter setelah mendapat tendangan keras dari salah satu orang
yang mengejarku, dan pedang yang kugunakan pun lepas dari gengamanku. Aku
langsung terbangun dan berlari mencari tempat untuk bersembunyi karena jumlah
mereka terlalu banyak untuk dilawan dan tanpa membawa pedang yang selama ini
kugunakan untuk bertarung, aku hanya akan mati konyol jika nekat menghadapi
mereka.
*hosh, hosh
Akhirnya aku sampai di sebuah
hutan yang sangat gelap dan aku langsung bersembunyi di balik sebuah pohon yang
sangat besar untuk menghindari kejaran mereka. Tanpa kusadari, darah mengalir
dari lengan dan perutku tapi aku tak merasakannya sama sekali karena aku lebih
mementingkan keselamatanku dari kejaran mereka. Kuperhatikan sekelilingku,
dimana hanya terdapat pohong-pohon besar yang menutupi masuknya cahaya matahari
ke hutan ini.
“sepertinya mereka
telah pergi” kataku setelah tidak mendengar suara langkah kaki mereka lagi.
Kuperhatikan diriku,
jubah, masker dan celanaku ternyata sobek karena sabetan pedang orang-orang
tadi. Aku bersandar di salah satu pohon besar yang ada disitu, dan hawa sejuk
dari hutan ini membuatku ingin tidur karena tubuhku sudah telalu lemas.
Aaahhh nikmatnya
suasana alam ini, sunggu mengurangi rasa luka yang kudapatkan setelah mencoba
melawan mereka yang kuyakin adalah anak buah Krytoz yang mencoba untuk
membunuhku, tapi sudahlah yang penting aku sudah aman dari kejaran mereka.
Ketika ku berjalan
mengelilingi hutan itu, kulihat sebuah sungai yang sangat indah dengan air yang
sangat jernih dan sebuah pohon yang kuyakin adalah pusat hutan ini karena pohon
ini adalah yang terbesar dibandingkan dengan pohon-pohon lainnya yang ada disini.
Ku hampiri sungai tersebut lalu aku meminum air dari sungai itu yang ternyata
sangat segar di tenggorokan dan sedikit mengurangi rasa sakit dari luka-luka di
tubuhku.
*sreekkkk sreeekkk
sreeekkk
Terdengar olehku sebuah
suara dari semak-semak yang berada tak jauh dari sungai ini,
“mungkin hanya hewan yang sedang lewat”,
batinku. Namun ku merasa suara itu
semakin keras dan semakin cepat, dan ketika ku menoleh ke belakang, sebuah babi
hutan berukuran raksasa datang dengan sangat cepat menghampiri tubuhku,
*bruuuuggghhhh
Tubuhku terpental jauh dan
menghantam pohon pusat tersebut akibat serangan mendadak dari babi itu dan aku
merasa tubuhku remuk semua, aku sudah pasrah jika memang takdirku untuk mati
oleh keganasan hewan itu. Ketika ku membuka mata, ternyata babi itu tidak
menyerang lagi dan malah lari menjauhi pohon itu. Tiba-tiba saja pandanganku
buram dan sedetik kemudian semuanya menjadi sangat gelap.