Sabtu, 04 Mei 2013

Skyland



Skyland

Genre : Adventure/Fiction

Ini adalah cerita pertamaku, semua karakter disini adalah nick teman-temanku di grup facebook Detective School Indonesia. Mohon maaf kalo banyak kesalahan dan ketidak jelasan dalam cerita ini. Komentarnya akan sangat membantuku (“/-\)
*salamin reader 1 per 1
*dilempar LPG 12Kg

Prolog

Bagz, seorang petualang berambut pirang, bermata biru, bertubuh sedang, berjubah biru dan selalu menggunakan masker hitam, adalah seorang remaja yang menjadi sebatang kara setelah desa beserta keluarganya dibantai dan dimusnahkan oleh pasukan yang dipimpin oleh penguasa kegelapan bernama krytoz.  Dia mendapat sebuah pedang pusaka peninggalan keluarganya yang bernama dual phoenix sword (ini pedang apa orang ada namanya, #abaikan), yang memiliki sebuah keistimewaan jika berada di tangan yang tepat. Dia pergi berkelana mencari kitab suci dengan dukungan dari gurunya temukan jati diri, semoga dihadapi dengan gagah berani walau ara rintangan setiap saat datang tuk menguji (eh ini mah songtracknya kera sakti -_-). *back to story woy author #Plaaaakkkkk LPG melayang, *oke oke aye lanjutin pemirsa sekalian. Dia melintasi hutan, gunung, serta lautan demi mencari informasi keberadaan Krytoz untuk membunuhnya, namun kebanyakan dari orang yang ditanyakan langsung ketakutan ketika nama Krytoz disebutkan karena memang Krytoz adalah nama yang sangat keramat dan sangat ditakuti oleh hampir semua orang. Hingga ketika suatu waktu....

Chapter I : Run from the death

*tap tap tap tap tap
Siapa mereka? Kenapa mereka mengejarku?
Belum sempat ku berfikir lebih, tiba-tiba datang serangan yang sangat cepat yang jika aku tidak sadar akan membunuhku di tempat ini.
*tring tring tring
Dual phoenix sword ku mengimbangi pedang besar yang sangat kuat itu. Aargh Aku hanya bisa menahan setiap serangan mereka karena gerakan serta permainan pedang mereka yang sangat cepat dan sangat bertenaga.

*arrgghh


Dahi ku mengernyit saat pedang tersebut menggores lengan dan juga perutku. Aku benar-benar tak bisa mengimbangi gerakan dan  permainan pedang mereka walau aku menggunakan dua bilah pedang dan ditopang dengan tubuh sedangku ini, berbanding terbalik dengan tubuh mereka yang besar dan sangat kekar itu dan hanya menggunakan sebilah pedang yang sangat besar.
Brugh! tubuhku terpental beberapa meter setelah mendapat tendangan keras dari salah satu orang yang mengejarku, dan pedang yang kugunakan pun lepas dari gengamanku. Aku langsung terbangun dan berlari mencari tempat untuk bersembunyi karena jumlah mereka terlalu banyak untuk dilawan dan tanpa membawa pedang yang selama ini kugunakan untuk bertarung, aku hanya akan mati konyol jika nekat menghadapi mereka.

*hosh, hosh

Akhirnya aku sampai di sebuah hutan yang sangat gelap dan aku langsung bersembunyi di balik sebuah pohon yang sangat besar untuk menghindari kejaran mereka. Tanpa kusadari, darah mengalir dari lengan dan perutku tapi aku tak merasakannya sama sekali karena aku lebih mementingkan keselamatanku dari kejaran mereka. Kuperhatikan sekelilingku, dimana hanya terdapat pohong-pohon besar yang menutupi masuknya cahaya matahari ke hutan ini.
“sepertinya mereka telah pergi” kataku setelah tidak mendengar suara langkah kaki mereka lagi.
Kuperhatikan diriku, jubah, masker dan celanaku ternyata sobek karena sabetan pedang orang-orang tadi. Aku bersandar di salah satu pohon besar yang ada disitu, dan hawa sejuk dari hutan ini membuatku ingin tidur karena tubuhku sudah telalu lemas.
Aaahhh nikmatnya suasana alam ini, sunggu mengurangi rasa luka yang kudapatkan setelah mencoba melawan mereka yang kuyakin adalah anak buah Krytoz yang mencoba untuk membunuhku, tapi sudahlah yang penting aku sudah aman dari kejaran mereka.
Ketika ku berjalan mengelilingi hutan itu, kulihat sebuah sungai yang sangat indah dengan air yang sangat jernih dan sebuah pohon yang kuyakin adalah pusat hutan ini karena pohon ini adalah yang terbesar dibandingkan dengan pohon-pohon lainnya yang ada disini. Ku hampiri sungai tersebut lalu aku meminum air dari sungai itu yang ternyata sangat segar di tenggorokan dan sedikit mengurangi rasa sakit dari luka-luka di tubuhku.

*sreekkkk sreeekkk sreeekkk

Terdengar olehku sebuah suara dari semak-semak yang berada tak jauh dari sungai ini,
 “mungkin hanya hewan yang sedang lewat”, batinku.  Namun ku merasa suara itu semakin keras dan semakin cepat, dan ketika ku menoleh ke belakang, sebuah babi hutan berukuran raksasa datang dengan sangat cepat menghampiri tubuhku,

*bruuuuggghhhh

Tubuhku terpental jauh dan menghantam pohon pusat tersebut akibat serangan mendadak dari babi itu dan aku merasa tubuhku remuk semua, aku sudah pasrah jika memang takdirku untuk mati oleh keganasan hewan itu. Ketika ku membuka mata, ternyata babi itu tidak menyerang lagi dan malah lari menjauhi pohon itu. Tiba-tiba saja pandanganku buram dan sedetik kemudian semuanya menjadi sangat gelap.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar